Minggu, 02 September 2012

Hindari master ber-speed rapat Agar lovebird bersuara panjang


 burung lovebird


Suara lovebird yang dianggap ideal dalam lomba burung, selain memiliki variasi lagu, pakem utamanya adalah bersuara panjang dan rajin (frekuensinya sering). Untuk kontes besar bertaraf nasional, durasi yang dicari paling tidak bisa 30 detik, ada pula yang hingga 1 menit bahkan lebih.
Biasanya, untuk lovebird yang lagunya panjang hingga satu menit atau lebih, frekuensi bunyi menjadi berkurang atau masa ngetem atau diamnya lama.


 Hal ini tentu juga kurang ideal untuk burung lomba. Burung yang sering juara pada akhirnya yang lagunya tidak perlu panjang sekali, tapi gacor atau rajin bunyi dan tiap bunyi panjangnya stabil atau relatif sama, misalnya rata-tata 30an detik.
Untuk melatih lovebird, sejak kecil tentu sudah dimaster. Lalu, master apa yang cocok untuk lovebird agar kelak hasilnya bagus? Menurut Antok 999 breeder lovebird spesialis suara dan pemilik lovebird juara Cenat-Cenut dari Sragen, master yang cocok untuk lovebird adalah burung yang lagunya tidak terlalu rapat.





“Suara rapat seperti cililin, srindit, membuat lovebird kelak tidak bisa mengeluarkan suara panjangnya secara maksimal, karena menjadi gampang lelah. Lagu-lagu yang lebih lambat seperti cucak jenggot, lebih pas. Atau suara kenari yang lelah, atau lambat, juga baik,” kata Antok.
Master untuk lovebird bisa dari suara burung benaran, bisa pula dari perangkat elektronik, bahkan dari hand phone jaman sekarang yang umumnya sudah dilengkapi dengan pemutara suara.
Dasar suara
Sementara itu menurut Om Dwi Lovebird Jogja (pemilik DT BirdFarm) yang beberapa burung produknya banyak menyabet predikat jawara, selain perlu melakukan pemasteran secara rutin, pemilihan awal lovebird juga sangat menentukan.


“Suara panjang atau pendek, sebenarnya juga bawaan atau menurun dari indukan ke anakan. Nah, memilih burung lovebird untuk keperluan lomba perlu dilihat indukannya. Pilih indukan yang bersuara panjang. Setelah itu, pastikan burung bersuara panjang dengan pemasteran yang benar,”

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Twitter Facebook Feed Feed